KtHx54QkBr383xDR2xK8jWF4FPsDN0wkvFCwXh9V
Bookmark

Banjir Aceh dan Kerusakan Lingkungan: Pentingnya Kepedulian terhadap Lingkungan

Banjir di Aceh (Mongabai)

Banjir Aceh menjadi pengingat pentingnya kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan dan mencegah bencana.

Oleh: Indra Falen Utomo*

Banjir merupakan salah satu bencana yang dapat memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat dan kondisi lingkungan. Selain dipengaruhi oleh faktor alam seperti curah hujan yang tinggi, tingkat keparahan banjir juga dapat berkaitan dengan kondisi lingkungan di suatu wilayah.

Kerusakan hutan, perubahan tata guna lahan, dan terganggunya ekosistem dapat memengaruhi kemampuan lingkungan dalam menyerap dan mengatur aliran air. Oleh karena itu, permasalahan banjir tidak hanya perlu dilihat dari kejadian bencananya, tetapi juga dari kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya.

Permasalahan tersebut terlihat dalam berita Mongabay berjudul “Banjir Aceh dan Jejak Kerusakan Lingkungan” yang membahas banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November hingga awal Desember 2025. 

Beberapa wilayah yang terdampak cukup parah antara lain Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara, dan Bireuen. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan rumah, jalan, jembatan, lahan pertanian, serta membuat sejumlah masyarakat terisolasi. Berita tersebut juga menyoroti kondisi kerusakan hutan di wilayah hulu dan tumpukan kayu yang terbawa arus yang menjadi perhatian dalam melihat dampak banjir dan longso

Selain kerusakan lingkungan, berita tersebut juga menyoroti penanganan bencana dan distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak. Akses jalan yang rusak, jembatan yang putus, serta wilayah yang terisolasi menyebabkan bantuan dan kebutuhan pokok sulit disalurkan secara merata. 

Berita juga menekankan pentingnya menjaga Kawasan Ekosistem Leuser sebagai bagian dari upaya perlindungan lingkungan dan pengurangan risiko bencana.

Opini sebagai seorang mahasiswa di bidang Biologi

Sebagai mahasiswa Biologi, saya melihat peristiwa banjir di Aceh sebagai pengingat bahwa keseimbangan ekosistem memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan manusia. Hutan bukan hanya tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan hewan, tetapi juga memiliki fungsi ekologis dalam menjaga tata air dan kestabilan tanah. 

Ketika hutan mengalami kerusakan, fungsi tersebut dapat terganggu dan kondisi lingkungan menjadi lebih rentan terhadap bencana. Oleh karena itu, perlindungan hutan seharusnya tidak hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi, tetapi menjadi upaya yang dilakukan secara berkelanjutan.

Jika dilihat dari sudut pandang Pendidikan Kewarganegaraan, persoalan ini menunjukkan pentingnya kesadaran terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara. Masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, tetapi juga memiliki kewajiban untuk ikut menjaga lingkungan. 

Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam membuat dan menjalankan kebijakan yang dapat melindungi lingkungan serta masyarakat. Menurut saya, penanganan bencana tidak cukup hanya berfokus pada pemberian bantuan setelah kejadian, tetapi juga perlu disertai upaya pencegahan melalui pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

Sebagai mahasiswa, saya merasa bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan salah satu bentuk kontribusi sebagai warga negara. Ilmu Biologi yang dipelajari tidak seharusnya hanya digunakan untuk kepentingan akademik, tetapi juga dapat menjadi dasar untuk memahami permasalahan lingkungan dan menyuarakan pentingnya pelestarian ekosistem. 

Bencana di Aceh dapat menjadi pembelajaran bahwa pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam perlu mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan. Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda, kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan secara nyata sehingga risiko bencana dapat dikurangi.

Penulis adalah Mahasiswa Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta.
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar