Peran Mahasiswa Biologi dalam Menangani Sampah Plastik dan Eceng Gondok
![]() |
| Petugas membersihkan sampah plastik dan eceng gondok (foto: rri.co.id) |
Persoalan pendangkalan dan penumpukan sampah plastik di Kali Cagak, Jakarta Utara pada tanggal 25 September 2026, bukan hanya persoalan kebersihan, tetapi juga persoalan lingkungan yang cukup serius.
Oleh : Dara Widyawati*
Sampah plastik yang menumpuk di dasar sungai dapat mengganggu habitat organisme air, menghambat aliran air, dan meningkatkan risiko terjadinya genangan atau banjir ketika aliran semakin tersumbat. Penumpukan sampah juga dapat menimbulkan bau tidak sedap, terutama ketika bercampur dengan bahan organik. Keberadaan eceng gondok yang semakin banyak juga perlu diperhatikan.
Eceng gondok memiliki kemampuan tumbuh dengan cepat pada kondisi lingkungan yang mendukung sehingga apabila tidak dikendalikan, permukaannya dapat semakin tertutup dan mengganggu aliran air. Keberadaan tumbuhan ini juga dapat mengurangi ruang bagi organisme air untuk beraktivitas dan mengubah kondisi lingkungan perairan.
Mahasiswa Biologi dapat turut serta dalam aksi langsung dengan membantu membersihkan dan memilah sampah yang ditemukan. Mahasiswa Biologi bisa melakukan penelitian dengan mengamati kondisi sungai, keberadaan organisme air, penumpukan sampah, dan pertumbuhan eceng gondok.
Hasil pengamatan dapat digunakan untuk mengetahui bagian sungai yang paling membutuhkan penanganan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat dapat dilakukan dengan menjelaskan dampak sampah plastik terhadap organisme air, kualitas sungai, dan kehidupan masyarakat yang memanfaatkan sungai. Edukasi juga diberikan mengenai pentingnya memilah sampah rumah tangga dan tidak membuang sampah ke sungai.
Penanganan masalah eceng gondok dan sampah plastik dapat dilakukan melalui kegiatan pembersihan serta pengelolaan hasil yang ditemukan di sungai. Eceng gondok yang diambil perlu dikelola dengan tepat agar tidak kembali masuk ke sungai, sedangkan sampah plastik yang terkumpul dapat dipilah untuk mengetahui jenis plastik yang paling banyak ditemukan.
Pemilahan memudahkan pengelolaan dan daur ulang untuk jenis plastik yang masih dapat dimanfaatkan, sedangkan sampah yang tidak dapat didaur ulang dapat ditangani sesuai jenisnya.
Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi penumpukan sampah
dan eceng gondok sehingga aliran sungai tetap lebih lancar, bau tidak sedap
berkurang, dan risiko genangan atau banjir yang dapat mengganggu aktivitas
masyarakat juga dapat diminimalkan.
