Pengaruh Penggunaan Handphone terhadap Anak dalam Perspektif Literasi Teknologi
![]() |
| Telepon seluler (Jurnalistiwa) |
Di era digital seperti sekarang, handphone (telepon seluler/ponsel) telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak.
Oleh: Putie Nurul Aina*
Hampir setiap anak mengenal dan menggunakan ponsel atau HP untuk belajar, bermain, menonton video, hingga berkomunikasi. Kehadiran HP memang memberikan banyak kemudahan, tetapi penggunaan yang semakin sering pada anak juga menimbulkan berbagai kekhawatiran.
Banyak anak menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar sehingga aktivitas belajar, bermain di luar rumah, bahkan berinteraksi dengan keluarga menjadi berkurang.
Penggunaan handphone pada anak merupakan isu yang perlu mendapat perhatian karena memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan anak. Saya tidak berpendapat bahwa HP adalah sesuatu yang harus dijauhkan dari anak, tetapi saya percaya bahwa HP harus digunakan dengan cara yang tepat.
Di sinilah literasi teknologi menjadi penting agar anak mampu menggunakan teknologi secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
Dalam buku Pendidikan Multiliterasi karya Sudirman dan Mahfuzi Irwan dijelaskan bahwa literasi teknologi merupakan kemampuan seseorang untuk memahami, menggunakan, dan mengevaluasi teknologi secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut saya, literasi teknologi tidak hanya berarti mampu mengoperasikan HP, tetapi juga mampu memahami manfaat, risiko, dan etika dalam menggunakan teknologi. Anak perlu dibimbing agar teknologi menjadi alat yang mendukung perkembangan mereka, bukan justru menjadi sumber masalah.
Dampak Positif dan Negatif Handphone bagi Anak
Saya melihat bahwa HP memiliki banyak manfaat bagi anak apabila digunakan sesuai kebutuhan. Saat ini anak dapat mengakses buku digital, video pembelajaran, kamus, dan berbagai aplikasi pendidikan melalui HP.
Proses belajar menjadi lebih mudah karena informasi dapat diperoleh dengan cepat. Selain itu, HP juga membantu anak mengembangkan kreativitas melalui berbagai media pembelajaran dan aktivitas digital yang positif.
Namun, manfaat tersebut dapat berubah menjadi dampak negatif apabila penggunaan HP tidak dibatasi. Dalam buku Literasi Digital dan Mobile Learning dijelaskan bahwa penggunaan smartphone yang berlebihan dapat menurunkan konsentrasi belajar, mengurangi interaksi sosial, dan membuat anak lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar.
Kondisi ini
sering terlihat dalam kehidupan sehari-hari ketika anak lebih memilih bermain
HP daripada belajar atau berkomunikasi dengan orang di sekitarnya.
Saya juga berpendapat bahwa penggunaan HP yang berlebihan dapat memengaruhi kesehatan anak. Terlalu lama menatap layar dapat menyebabkan mata cepat lelah, mengganggu waktu tidur, dan membuat anak kurang aktif bergerak. Kebiasaan tersebut dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun perkembangan emosional anak apabila berlangsung terus-menerus.
Di sisi lain, internet memberikan akses informasi yang sangat luas. Menurut saya, hal ini menjadi tantangan karena tidak semua informasi yang ditemukan anak adalah informasi yang benar. Anak bisa saja menerima berita palsu, konten kekerasan, atau konten yang tidak sesuai dengan usianya.
Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis sebagai bagian dari literasi teknologi sangat dibutuhkan agar anak mampu memilih informasi yang bermanfaat.
Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa semakin cepat anak menggunakan HP, semakin siap mereka menghadapi perkembangan teknologi. Saya setuju bahwa anak perlu mengenal teknologi sejak dini, tetapi saya tidak setuju jika HP diberikan tanpa aturan dan pendampingan.
Menurut saya,
mengenalkan teknologi harus diikuti dengan pendidikan mengenai cara menggunakan
teknologi secara bertanggung jawab.
Penerapan Literasi Teknologi di Lingkungan Keluarga dan Sekolah
Penerapan literasi teknologi harus dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua dapat membuat aturan mengenai waktu penggunaan HP, mendampingi anak ketika mengakses internet, dan mengarahkan anak untuk menggunakan aplikasi yang sesuai dengan usianya.
Pendampingan ini membantu anak memahami bahwa HP memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar hiburan.
Di lingkungan sekolah, guru jga memiliki peran penting dalam menerapkan literasi teknologi. HP dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, misalnya untuk membaca e-book, mencari referensi dari sumber yang terpercaya, mengerjakan tugas, atau mengikuti pembelajaran berbasis digital.
Dengan cara tersebut, anak belajar menggunakan teknologi secara produktif.
Selain itu, penerapan literasi teknologi juga dapat dilakukan dengan membiasakan anak menerapkan etika digital, seperti tidak menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya, menghargai privasi orang lain, serta menggunakan media sosial dengan sopan.
Menurut saya, kebiasaan sederhana ini sangat penting agar anak menjadi pengguna teknologi yang bertanggung jawab.
Berdasarkan pembahasan tersebut, menurut saya handphone memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan anak, baik dari sisi pendidikan, sosial, maupun kesehatan.
HP dapat menjadi sarana belajar yang bermanfaat jika digunakan secara bijak, tetapi juga dapat memberikan dampak negatif apabila digunakan secara berlebihan tanpa pendampingan.
Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa yang perlu diperkuat bukan hanya kemampuan anak menggunakan HP, tetapi juga kemampuan literasi teknologi.
Dengan pendampingan orang tua, guru, dan lingkungan
sekitar, anak dapat memanfaatkan HP untuk belajar, mengembangkan keterampilan,
dan menggunakan teknologi secara cerdas serta bertanggung jawab di era digital.(r/lk)
