KtHx54QkBr383xDR2xK8jWF4FPsDN0wkvFCwXh9V
Bookmark

Asap Karhutla, Ancaman Nyata: Kontribusi Mahasiswa untuk Masyarakat dan Lingkungan

ilustrasi kebakaran (gemini)
Oleh: Yuliana Rahma

Seperti yang kita ketahui saat ini Indonesia masih menghadapi kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah seperti Kalimantan dan Sumatera. Kebakaran hutan dan lahan ini tidak hanya menjadi masalah  yang berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga memberi dampak langsung terhadap kehidupan dan kesehatan masyarakat. 

Dilansir dari BNPB pada tanggal 5 September 2026 kejadian karhutla (kebakaran hutan dan lahan) masih mendominasi. Terdapat beberapa wilayah perlu diperkuat atensi penanganannya, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat. Kondisi ini menunjukkan bahwa karhutla masih menjadi permasalahan lingkungan yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak.

Dampak yang paling dirasakan dari karhutla ini adalah asap tebal yang membuat kualitas udara segar menurun. Menurut Mulia et al., (2021) asap karhutla mengandung Particulate Matter (PM), Karbon Monoksida (CO), Karbon Dioksida (CO2), Sulfur Dioksida (SO2), Metana, Gasoline, Hidrokarbon Aromatik Polisiklik (HAP / PAH), Akrolein, Formaldehid, Benzena serta zat partikulat lainnya seperti Timbal (Pb). 

Zat-zat yang terkandung dalam asap tersebut dapat menimbulkan berbagai penyakit terutama ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), memperburuk asma, pneumonia, sakit mata (iritasi), iritasi kulit, serta masih banyak lagi. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat hingga Rabu (9/9/2026) pukul 15.00 WIB, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatra telah berdampak pada 12,5 juta penduduk. Dimana Kemenkes juga menyatakan ada 324 orang yang mengalami luka berat, 23 orang luka ringan, dan 4 orang meninggal.

Dalam kondisi seperti ini kita tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat yang bertugas menyelesaikan permasalahan karhutla. Pemerintah memang memiliki peran penting dalam mencegah dan penanggulangan bencana, namun mengingat Indonesia adalah negara yang sangat luas maka keterlibatan masyarakat Indonesia juga sangat penting untuk membantu permasalahan lingkungan seperti ini. 

Untuk membantu mengatasi permasalahan karhutla perlu diberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak pembakaran lahan terhadap ekosistem dan kesehatan. Masyarakat juga diajak untuk menjaga lingkungan serta melakukan pengamatan terhadap kondisi lingkungan sekitar.  Selain itu diperlukan juga kegiatan konservasi dan rehabilitasi ekosistem yang terdampak agar lingkungan menjadi pulih seperti semula.

Keterlibatan tersebut merupakan salah satu bentuk tanggung jawab kita sebagai warga negara. Menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama karena lingkungan yang sehat merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Kita sebagai generasi muda dan bagian dari masyarakat terdidik dapat mengambil peran melalui tindakan nyata, mulai dari tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, meningkatkan kesadaran orang-orang di sekitar, hingga ikut dalam kegiatan pelestarian lingkungan. 

Dengan demikian, kita dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat. Ketika pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat dapat menjalankan perannya masing-masing, upaya mengurangi dampak karhutla tidak hanya menjadi sebuah program pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab kewarganegaraan.

Sumber:

 ___

*Penulis adalah mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta Jurusan Biologi

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar